Jumat, 25 November 2016

Sikap kerja orang jepang dalam bekerja

Jepang adalah Negara di asia yang memiliki perkembangan yang sangat pesat dalam dunia teknologi. Berbagai produk telah di ekspor oleh jepang, seperti mobil, motor, serta peralatan elektronik lainnya. Semua hal yang diraih oleh jepang saat ini adalah berkat etos kerja disiplin mereka, dan sikap kerja inilah yang sering ditiru oleh para pelaku bisnis maupun industri. Cera telah mengumpulan 5 sikap kerja (5S) menjadi ringkasan yang mudah anda pahami, terapkan pada perusahaan anda dan lihat apa yang akan terjadi. 5S adalah :
  • Seiri
  • Seiton
  • Seiso
  • Seiketsu
Etos kerja ini membuat system kerja tersistematis. Memudahkan mengatur urut-urutan yang mana harus dikerjakan telebih dahulu untuk mencapai tujuan. Banyak perusahaan yang mengalami krisis atau kebangkrutan karena menerapkan 5S yang buruk. System kerja yang baik akan meminimalisir kesalahan manusia.
Dibawah ini adalah penjelasan mengenai apa itu 5S

1. Seiri (pemilahan)

Selama berabad-abad orang telah membicarakan pentingnya pemilahan. Sejarah membuktikan bahwa orang yang mengabaikan pemilhana seringkali cenderung tidak dapat melihat sasaran maupun caranya. Contohnya : dalam membangun sebuah jembatan untuk menjadi jalan penyeberangan, diperlukan perencanaan bahan baku, merancang konstruksi bagaimana bentuk jembatana akan dibuat. Semua ini memerlukan pemilahan.
Meskipun demikian, ada banyak artikel majalah dan buku tentang pemilahan. Hal ini dikarenakan adanya transisi dengan konsep pengetahuan umum yang diterapkan menjadi disiplin akademis.

2. Seiton (Penataan)

Seiton berarti menyimpan barang di tempat yang tepat atau tata letak yang benar sehingga data dipergunakan dalam keadaan mendadak. Cara ini sering digunakan untuk menghilangkan proses pencarian. Pentaan adalah menyimpan barang dengan memperhatikan efisiensi, mutu, dan kemanaan serta mencari cara peyimpanan optimal. Ada banyak sekali contoh penataan dama kehidupan sehari-hari. Salah satu contoh yang paling mudah ialah tempat parker. Contoh lain penempatan buku di perpustakaan dan masih banyak lainnya.

3. Seiso (pembersihan)

Seiso pada umumnya berarti membersihkan barang-barang sehingga menjadi bersih. Dalam istilah 5S adalah membuang sampah. Pembersihan diutamakan sebagai pemeriksaan terhadap kebersihan dan menciptakan tempat kerja yang tidak memiliki cacat dan cela.
Dahulu, ketika segala sesuatu jarang didapat dan barang tidak cukup banyak, alat dan mesin diperlakukan dengan baik , dirawat supaya bersih dan tidak bernoda serta.
Pembersihan dan sanitasi makin lama makin dianggap sebagai bagian dari sector jasa, untuk melakukannya kita membayar orang. Bahkan banyak pengusaha besar yang telah masuk ke dalam ranah bisnis  ini.

4. Seiketsu (pemantapan)


Dalam istilah 5S, pemantapan berarti terus-menerus dan secara berulang-ulang memelihara pemilihan, penataan dan pembersihannya. Oleh karena itu pemantapan mencakup kebersihan pribadi dan kebersihan lingkungan. 5S  mudah bila hanya dilaksanakan sekali saja, namun yang susah adalah melakukannya berulang-ulang. Pengulangan terus-menerus ini penting dan merupakan satu-satunya alternative supaya tidak mundur.

5. Shitsuke (pembiasaan)


Pembiasaan tidak hanya memiliki dimensi etikal. Pembiasaan juga berarti memikirkan berbagai masalah yang timbul sehari-hari, memutuskan untuk melakukannya lebih baik di kemudian hari. Tujuan utama dari shitsuke adalah pembiasaan sebagai cara untuk mengubah kebiasaan.

Tim yang baik bermain dengan mentaati aturan. Apakah di tempat kerja, adalam ketentaraan, maupun di lapangan olahraga. Aktifitas tim merupakan aktifitas kooperatif. Setiap orang harus bekerja sama, berfikir bersama dan bertindak bersama untuk membentuk tim yang kuat. Pekerjaan yang lebih banyak menuntut pikiran kita sangat memerlukan kerja sama, ini karena kesalahan terkecil sekalipun dapat berakibat fatal. Peraturannya ketat dan setiap orang harus berhati-hati untuk melakukan pekerjaannya dengan benar.

Setiap usaha peningkatan mutu di perusahaan harus dimulai dari dasar, yaitu dengan 5S. Lima sikap kerja yang digunakan untuk mengadakan pemilihan di tempat  kerja, tempat kerja, penataan, pembersihan, pemantapan dan pembiasaan, yang kesemuanya diperlukan untuk melaksanakan pekerjaan dengan baik.